Senin, 17 Juni 2013

Rindu


 (Aku persembahkan tulisan ini untuk siapapun yang sedang merindu…)


                Tahukah kamu? Merindumu begitu menyiksaku. Hari-hari terasa sepi saat aku mengingat kamu tidak ada disini, disisiku. Rasa rindu ini semakin menguatkan cintaku kepadamu, karena setiap detik, jam, dan hari kamu selalu ada dipikiranku. Kamu seperti virus yang menjalar begitu cepat, menyerang otak dan hatiku.

                Tahukah kamu? Jarak ini begitu membunuhku. Terkutuk segala alat komunikasi, aku membutuhkanmu disini, nyata bukan maya. Aku ingin menyentuhmu, menyentuh wajahmu. Aku butuh kamu, butuh tanganmu untuk merangkulku, aku rindu saat kau menggenggam tanganku dan mengusap kepalaku. Aku butuh kamu, untuk menguatkanku atas rindu ini.

                Tahukah kamu? Doaku selalu mengalir untukmu. Aku selalu mendoakanmu, melebihi diriku sendiri. Hanya Tuhan yang tau seberapa besar rinduku padamu. Kepada Tuhan-lah aku berkisah tentang rindu yang selalu membuat dadaku sakit dan sesak. Jangan khawatir, ini bukan karenamu, tapi karena perasaan cintaku yang terlalu besar kepadamu.

                Tahukah kamu? Kenangan tentangmu membuatku selalu ingat kepadamu. Terkadang, teringat hal-hal kecil tentangmu saja sudah membuat dadaku sakit, karena itu semua mengingatkanku kembali pada ketiadaanmu.

                Beginikah rasa sakitnya merindu seseorang? Sakitnya seperti luka tertusuk, tapi tenang saja, suaramu di seberang sana sudah cukup untuk meringankan lukaku. Setiap hari, hatiku bagaikan music  player yang selalu memainkan lagu rindu tentangmu. Setiap melodinya dimainkan dengan penuh cinta, hanya untukmu.

                Tahukah kasih? Aku tak pernah jauh darimu, karena aku akan selalu ada di hatimu. Biarlah, aku yang menanggung rindu ini. Aku tak mau melihatmu sedih melihatku merindukanmu disini. Jadikanlah air mata dan rinduku ini pemacu untukmu agar cepat kembali. Aku akan selalu tegar menantimu dan tetap menjaga cinta kita.

                Cepatlah kembali, kasih. Aku selalu menunggumu. Menunggumu pulang ke pelukanku, menunggumu mengetuk pintu hati ini dan berkata “Aku pulang, aku merindukanmu..”.

Love Story: Secret Admirer


Aku duduk di seberang lapangan, aku perhatikan para siswa lelaki yang bermain, tetapi pandanganku hanya tertuju pada satu orang.
                "Goooollll...!!!" Hendry bersorak kegirangan, rambutnya yang basah oleh keringat berkilau terkena sinar matahari dan dengan senyum manisnya dia berlari keliling lapangan karena mencetak angka untuk kelasnya. Jantungku berdesir, Aku tersipu...

                Aku Sonya, remaja 16 tahun, seorang siswi SMA, fangirling dan sedang mengagumi seseorang. Ssstt.. ini rahasiaku! hanya Karen, sahabatku yang mengetahui rahasiaku ini. Aku mengerti, mengagumi seseorang secara rahasia mungkin sudah tidak jaman lagi, sudah waktunya mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Tapi itu sangat sulit, apalagi dia adalah cinta pertamaku. Kurasa kalian tahu siapa dia.

                Kulit putih, postur tubuh yang tinggi, paras yang ganteng dan senyum yang manis, sungguh wanita manapun akan meleleh dibuatnya. Hendry, lelaki yang telah lama aku sukai sejak aku duduk di bangku SMP, usianya satu tahun lebih tua dariku. Dia dekat denganku dan sangat perhatian, tetapi perhatiannya yang melebihi kakakku sendiri membuatku menyukainya lebih dari seorang kakak. Apakah dia memiliki rasa yang sama?

                Ku parkir motorku, kulihat henry juga baru saja sampai di sekolah dan parkir di sebelah kananku dengan jarak hanya empat motor dari tempat parkirku, jantungku berdegup kencang saat melihatnya, rasanya aku ingin berlari saja dari tempat parkirku, tapi seluruh tubuhku terasa membeku.
                Hendry membuka helmnya, lalu dia menoleh ke sebelah kanan, dia menoleh ke arahku! lantas saja dia langsung tersenyum dengan senyum manisnya itu. Ya Tuhan, hatiku meleleh dibuatnya.
                "Selamat pagi, Sonya!" ucapnya.
                 Ku balas senyumnya dengan gugup "Pagi.." ucapku dingin sambil berlari menjauhinya.
***
                "Ooh bodohnya aku tadi pagi! harusnya aku menjawab sapanya lebih hangat. Karen, aku harus bagaimana sekarang?" keluhku pada Karen.
                Yah, hanya pada Karen-lah aku mengeluhkan semua masalah cintaku ini. Aku sungguh mengutuk sikapku tadi pagi, harusnya aku tidak bersikap seperti itu kepada Hendry, karena itu pertama kalinya kami bertegur sapa setelah lama putus komunikasi, semenjak aku menyadari perasaanku yang sebenarnya, karena setiap bertemu dengannya jantungku tiba-tiba saja berdegup kecang sekali, bahkan untuk bernafas pun sesak, saat ditanya olehnya aku menjadi gugup dan tak bisa berkata-kata, aku menjadi seolah-olah bersikap dingin padanya, padahal aku tak mau bersikap seperti itu. Aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri saat di dekatnya.

                “Sonya, tenanglah! Sebenarnya, tadi pagi itu adalah kesempatan yang bagus untukmu lebih dekat sama Hendry, kamu harusnya lebih bisa menguasai dirimu sendiri” nasihat Karen.
                 “Oh Karen, itu tidak semudah yang kamu pikirkan! Aku tidak bisa, aku terlalu gugup menghadapinya!” jawabku.
                “Hey Sonya! Apa kamu mau begini terus? Ini semua hanya menyiksa perasaanmu, kamu harus mencobanya! Kalau kamu mau berusaha, pasti ada jalan”.
                “Akan ku coba, tapi aku tidak yakin ini akan berhasil..” keluhku.
                “Oh ayolah Sonya! Semangat!”.

                Seperti yang disarankan Karen, aku pun mulai menjalin hubungan lagi dengan Hendry, kita mulai sering contact dan saling mention di jejaring sosial twitter. Walaupun awalnya masih agak kaku, aku berhasil juga menguasai diriku saat bertemu dengannya. Yap, seperti kata pribahasa “kita bisa, karena biasa”, aku sudah tidak gugup lagi saat bertemu dengan Hendry, dan sepertinya pribahasa itu juga berpengaruh pada perasaanku, bukan lagi suka tetapi aku mulai mencintainya.
Ya, cinta datang karena terbiasa…
***
                Kelas berakhir, sekolah riuh sekali dipenuhi siswa-siswi yang akan pulang. Aku dan Karen berjalan keluar bersama, “Sonya kamu gak bawa motor kan? Bareng aku aja, sekalian jalan-jalan”.
                Belum sempat aku menjawab pertanyaan Karen, Hendry datang menghampiriku dan Karen dengan motor ninjanya dan seperti biasa, rasanya jantungku ini sudah ter-setting untuk selalu berdegup kencang saat di dekat Hendry, mungkin ini berlebihan, tapi begitulah kenyataannya.
                “Hay Sonya, mau bareng gak?” ajak Hendry.
                 “Wah gawat aku lupa ada urusan! kayanya aku duluan dulu nih, bye Sonya! Bye kak Hendry!”. Ah sial, aku tahu Karen sengaja meninggalkanku.
                “Gimana Son? Mau bareng?”tanya Hendry.
                “Iya deh..” Oh God! Thanks, hari ini aku bahagia bukan main.

                Motor Hendry berhenti, terlalu singkat rasanya. Andai saja rumahku lebih jauh lagi. “Makasi ya kak, ayo masuk dulu..” tawarku.
                ”Makasi Son, aku pulang aja. Oiya besok ada acara gak?” tanya Hendry.
                “Gak ada nih, kenapa?” jawabku.
                “Kan besok libur, aku mau ngajak kamu jalan, mau gak?”.
                “Berdua aja? Kemana nih?” padahal sebenarnya hati aku udah lompat-lompat kegirangan, tapi Karen ngajarin aku buat tetep jaga image kalau di depan cowok,jadi aku berusaha tetep jaim.
                “Iya, Mau refreshing aja sih, kan besok libur Son, kalau kamu mau, aku jemput jam 9 ya?”
                “Oke! Sampai ketemu besok ya” jawabku, menutup pertemuan kami hari ini.

                Aku bingung. Aku memang senang hari ini, tapi sikap Hendry membuatku bertambah bingung. Kedekatan kami sudah berlangsung lama, tetapi mengapa Henry belum juga menyatakan cintanya? Bagaimana sebenarnya perasaan Hendry kepadaku? Sikap Hendry seolah memberiku sinyal untuk terus menaruh harapan padanya. Bukan besar kepala, wajarkan aku berpikir seperti itu, semua wanita pasti akan berpikir bahwa lelaki itu memiliki perasaan yang sama. Aku tahu, Hendry memang dekat dengan banyak teman wanitanya, dia tidak pernah pilih teman dan selalu perhatian kepada semua orang. Aku tidak bisa melawan perasaanku, perasaan ini merasuk begitu saja. Mungkin aku akan mengetahui sesuatu besok…
                Jam menunjukkan pukul 08.50 pagi, aku duduk menunggu di ruang tamu dengan dress bergaya vintage. Aku gelisah, layaknya menunggu kekasih yang datang untuk date pertama. So awkward.  Tapi benar, karena ini adalah date pertamaku dengan cinta pertamaku.

                Tak lama, Hendry datang dengan motor ninjanya. Aku segera keluar dan membuka pintu gerbang.”Udah, lama nunggunya?” kata Hendry.”Gak kok, kakak tepat waktu” jawabku, aku segera naik ke motornya dan kami pun langsung berangkat. Hendry bilang dia akan mengajakku ke kafe buku yang dulu biasa kami kunjungi, yah dulu kami memang suka sekali jalan berdua dan setiap ke kafe itu kami bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk mengobrol dan membaca buku bersama, aku suka saat-saat itu, terutama saat dia bercanda dan melucu, terasa hangat saat dia ada di dekatku.

                Kami sampai di kafe buku. Kafe ini tetap sama seperti terakhir aku mengunjunginya dengan henry. Aku mengambil tempat duduk berhadapan dengan Hendry, aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, bahkan sangat jelas. Senyumnya, matanya, aku sangat menyukainya.
                “Sonya, kamu mau pesan minum apa? Ice cappuccino kaya biasa?” tanya Hendry.
                “Kak Hendry masih ingat kesukaaanku?” jawabku spontan.
                ” Masih dong Son, gak mungkin lupalah” jawab Hendry. Ini yang membuatku semakin menyukainya, Hendry selalu ingat hal-hal kecil tentangku seperti minuman kesukaanku,makanan kesukaanku, buku favoritku, bahkan saat aku menyembunyikan kesedihanku, dia tahu. Bagaimana mungkin aku tidak menyukainya? Coba saja berikan aku satu alasan untuk tidak menyukainya. Tak ada satupun.
                Ice cappuccino-ku datang dengan white coffe pesanan Hendry. Kami menghabiskan waktu hingga siang dengan mengobrol, bercanda, dan mengingat kembali kenangan kami berdua dulu, aku juga membaca novel favoritku, tak ada yang lebih nyaman dari membaca buku ditemani Hendry.
                Aku teringat. Aku harus bertanya kepada Hendry, sebenarnya dia menganggapku sebagai apa dan bagaimana perasaannya kepadaku?. Kulihat Hendry, dia masih asyik membaca bukunya. Oh Tuhan, aku gugup sekali, apa keputusanku untuk bertanya tepat, jantungku berdegup kencang sekali. Aku menarik napas perlahan, terasa lebih baik.
                “Kak, aku mau tanya..” kataku gugup.
                “Tanya apa, Sonya?” dia memalingkan pandangannya kepadaku.
                Aku terdiam sejenak .
                “Di mata kakak, aku itu seperti apa?”. Sekarang giliran Hendry yang terdiam, dia terdiam cukup lama, lalu di tersenyum kepadaku.
                ”Bagi aku, kamu itu seperti adik yang harus aku jaga, kamu selalu mengerti dan menemani aku, karena sonya sangat manis,  aku menyayangi Sonya seperti adikku sendiri. Oiya Son, minggu depan pacarku balik kesini, aku pengen kenalin dia ke kamu. Aku udah siapin pesta kejutan, kamu datang ya!” dia lalu melanjutkan membaca bukunya .
                Degg!
                Seketika, badanku terasa lemas, tatapanku kosong, mataku terasa panas ingin menangis. Sudah kuduga, dia hanya menganggap aku seperti adiknya, tak perlu kujelaskan lagi bagaimana sakitnya perasaanku, kalian bisa membayangkannya sendiri. Mataku terasa perih menahan air mata, bukan hanya mataku, sepertinya hatiku juga.
                Selama di perjalanan pulang, aku hanya diam dengan tatapan kosong. Hampa, hanya itu yang aku rasakan, tidak ada lagi kehangatan seperti saat berangkat tadi, aku mati rasa. Saat sampai di rumah, aku mengucapkan terima kasih pada Hendry lalu masuk ke dalam rumah. Di kamar, aku menangis sejadi-jadinya, hancur rasanya saat seseorang yang telah lama kamu cintai tidak mencintaimu seperti kamu mencintainya, terutama saat kenyataannya dia mencintai orang lain.
***
                Tak ada yang lebih menyenangkan saat jam istirahat dari melihat Henry bermain sepak bola. Aku sangat menyukainya. Tentu saja, aku masih mencintainya. Meghilangkan perasaanmu pada seseorang itu tidak semudah mengucapkannya, perasaan ini sudah terlanjur melekat pada saraf-saraf perasaanku.   
                Untuk sementara ini sembari aku menghapus perasaanku, aku akan tetap menjadi seorang secret admirer. Aku masih sering curi-curi pandang saat dia ada di kantin, aku selalu memperhatikan setiap suap mie ayam yang dia makan, dan saat dia tiba-tiba tersedak ingin rasanya aku memberikan minumanku padanya walaupun pada akhirnya, aku harus menahan diri. Tapi aku menikmatinya, lagipula sudah tidak ada lagi yang memaksaku mengungkapkan perasaan, aku sudah menceritakan semuanya pada Karen. Awalnya Karen sangat marah pada Hendry, karena telah memainkan perasaanku, tapi aku meyakinkan Keren bahwa Hendry tidak salah.
                Sekarang aku bingung, siapakah yang bertanggung jawab atas semua ini? Kupikir cintalah yang bertanggung jawab. Cinta itu memang tidak selalu indah, kadang dia bisa saja menyakiti, tapi dibalik kisah cinta itu semua, cinta selalu memberikan pelajaran bermakna untuk setiap orang  yang merasakan cinta, karena setiap hal baik dan buruk pasti ada konsekuensi dan hikmah yang tersembunyi.

Sabtu, 08 Juni 2013

Life Story: Lukisan Lale


Namaku Lale Adinda Putri, aku berumur 14 tahun, dan duduk di bangku kelas 2 SMP. Hidupku penuh dengan kemewahan, apapun yang aku mau pasti terpenuhi. Kedua orang tuaku adalah seorang penari profesional, mereka memperoleh kekayaan mereka dari tari, bahkan kedua orang tuaku juga dipertemukan karena tari, mereka sangat mencintai tari, tapi tidak denganku.

Seni Lukis, itulah yang kucintai, aku sangat mencintai seni lukis, tapi kedua orang tuaku tidak, mereka tidak menyukainya!, mereka ingin aku juga menjadi penari dan mencintai tari, layaknya mereka, tapi aku tidak bisa.

Setiap  hari, sepulang sekolah aku harus pergi lagi untuk les tari, itu adalah hal yang paling membosankan, saat pulang aku selalu mendapati rumah kosong, hanya ada pembantu, tukang kebun, dan satpam. Bagaimana tidak, orang tuaku selalu pentas di luar kota dan mengadakan tour ke luar negeri dan aku membenci itu semua !

Ketiadaan mereka di rumah kupergunakan untuk mengasah bakatku, melukis. Aku sering sekali menghabiskan waktuku di taman untuk melukis, aku sangat senang, saat melukis aku merasa sangat bebas, seluruh bebanku hilang dengan sekejap, semilir angin, kicauan burung, langit biru aahh itu semua sangat menenangkanku, menghilangkan sedihku dan batinku yang terluka.

Pak Ahmad, supirku, ia selalu mengantarku kemanapun aku mau, ia sangat baik kepadaku, saat ada festival seni, aku selalu meminta pak Ahmad mengantarku kesana. Aku selalu membawa perlengkapan lukisku, karena setiap pergi ke suatu tempat, aku mendapatkan inspirasi untuk melukis.

Ah, ini dia, festival bau nyale, ini yang kutunggu-tunggu. Festival ini mempunyai legenda, yaitu kisah seorang jelita bernama Putri Mandalika, tidak hanya cantik, putri Mandalika juga sangat baik hati, kecantikannya sangat terkenal tidak hanya di kerajaan-kerajaan di pulau Lombok namun juga di seluruh nusantara, banyak pangeran dari berbagai kerajaan tertarik kepadanya karena kecantikannya. Banyak pangeran yang datang melamarnya, bahkan rakyatnya pun memperebutkannya. Akhirnya, terjadilah perang saudara, mereka berperang untuk mendapatkan putri Mandalika, tentu saja putri Mandalika sangat sedih, agar tidak terjadi pertumpahan darah lagi, putri mandalika menceburkan dirinya ke laut dan berubah menjadi nyale,yaitu berupa cacing yang berwarna-warni, nyale ini hanya muncul di pantai Kuta, Lombok Tengah, dan tidak ada di tempat lain.

Inilah pantai Kuta, pasir yang putih, laut yang biru, semua begitu indah.Terlihat seorang lelaki dewasa dengan seorang perempuan muda menggandeng seorang anak perempuan dengan tawa bahagia menyusuri pantai. “Oh, Tuhan, andaikan aku bisa seperti anak perempuan itu, andaikan kedua orang tuaku tidak hanya memikirkan karir mereka! Oh Tuhan, ini tidak adil..”, rintihku dalam hati. Masa kecilku sangat kesepian, bonekaku sangat banyak, namun mereka semua benda mati! Mereka semua tidak bisa menyanyikanku sebelum tidur ataupun mendongeng untukku, mereka tidak pernah menjawabku saat ku tanya, mereka tidak bisa menyuapiku, mereka tidak bisa memberiku obat saat aku sakit, aku seperti gadis gila yang mengajak bonekaku berbicara setiap waktu dan sesekali menyuruhnya mencicipi teh buatanku. Aku sangat tertekan, air mataku mengalir pertanda perih yang kurasakan. “Lale, kenapa nangis ?” tanya pak Ahmad panik, “Enggak pak, ini tadi mata saya kelilipan..” jawabku, sambil mengusap air mata. “Pak, kita pulang aja yah ?”, pak Ahmad tersenyum dan hanya mengangguk lalu membereskan perlengkapan lukisku, kami pun pulang menjauhi pantai pasir putih itu.
****

Sinar matahari mulai menyinari kamar merah mudaku, dengan boneka teddy yang memenuhi setiap sudut kamarku, sinar matahari yang biasanya hangat tak terasa hangat bagiku pagi ini, perlahan aku bangkit dari tempat tidurku untuk segera mandi. Di ruang makan, bik Siti sudah menyiapkan roti keju kesukaanku, roti keju yang biasanya terasa enak kini terasa hambar, bahkan tubuhku seperti tidak bernyawa.

Mobil melesat menuju sekolah, sesampai di sekolah, aku ke kelas dan hanya duduk sambil terdiam melihat ke arah jendela. Rupanya bu Ratna, guru kesenianku memperhatikanku, ia mengajakku ke ruang guru, dan bertanya banyak padaku. Bu Ratna adalah guru yang paling aku senangi, karena ia mengajarkanku banyak teknik melukis, tentu saja ia tahu bakat melukisku.

“Sebenarnya, apa yang terjadi Lale ? mengapa kamu hanya terdiam saja di kelas ? apa kamu mempunyai masalah ? ceritakan pada ibu..”, tanya bu Ratna lembut, “Saya begitu tersiksa bu, di satu sisi saya sangat senang orang tua saya sering pergi ke luar kota, karena saya bisa leluasa melukis dan mengasah bakat saya, tapi di sisi lain, saya sangat merindukan kehadiran mereka, saya merindukan kasih sayang mereka, tapi saya juga ingin mereka mengerti kalau saya ingin terus melukis bukan menari”, jawabku lirih, hampir menangis. Bu Ratna begitu mengerti perasaanku, ia seperti orang tua kedua bagiku. “Kalau begitu, Lale harus buktikan kalau Lale bersungguh-sungguh untuk melukis, Lale harus buktikan ke orang tua Lale bahwa melukis adalah impian Lale, Lale harus tetap semangat !”. Hatiku tenang bisa berbagi cerita dengan bu Ratna, aku semakin bersemangat untuk terus melukis.

Hari demi hari aku jalani dengan semangat lagi, aku semakin bersemangat untuk terus melukis, aku terus mengingat pesan bu Ratna, aku tidak akan pernah putus asa lagi. Aku akan terus melukis, setiap ada kesempatan, aku meminta bu Ratna untuk mengajarkanku teknik melukis yang baik dan benar. “Hebat Lale ! kamu semakin mahir melukis, lukisanmu begitu lembut dan tulus, itu yang sangat ibu sukai”. Senang rasanya bu Ratna memujiku seperti itu, karena orang tuaku tidak pernah melakukan hal yang sama seperti bu Ratna.

****

Hebat, pagi ini roti keju kesukaanku tidak lagi terasa hambar !, senang rasanya bisa semangat kembali. Minggu pagi ini terlihat lebih cerah, aku mulai melukis lagi di taman. Berjam-jam aku habiskan, dan aku mulai lelah, aku masuk untuk mengambil makanan dan jus, tapi saat melewati ruang keluarga, aku melihat sebuah album yang berukuran cukup besar dan terlihat usang di bawah meja, aku mendekat dan mengambilnya. Album itu sangat berdebu, aku berlari mengambil kemoceng lalu kubersihkan album itu. “Hachooouu!!”, debunya yang banyak cukup membuatku tidak berhenti bersin.

Perlahan kubuka album itu, mataku terpana melihat kumpulan foto-foto yang tertempel rapi disitu, di album itu ada aku sewaktu aku baru saja lahir, saat aku mulai merangkak, saat aku perpisahan TK, saat aku bermain di pantai. Wah, tak kusangka ternyata sewaktu aku kecil aku begitu menggegamaskan.

Aku terdiam pada satu foto, itu adalah fotoku, kakakku dan kedua orang tuaku, sudah lama sekali kami tidak pernah berfoto bersama seperti pada foto ini, aku merindukannya, aku sangat merindukannya. Ku ambil foto itu dari album, ku bawa keluar taman lalu aku mulai melukisnya, aku ingin memberikan lukisanku ini untuk kedua orang tuaku agar mereka percaya bahwa aku bersungguh-sungguh untuk melukis.

****

Hari-hari berlalu, orang tuaku pulang, dan lukisan ku telah selesai, aku besyukur lukisan selesai tepat waktu. Kusambut mereka dengan hangat, lalu ku serahkan sebuah bingkisan kepada mereka. “Apa ini, Lale?”, tanya mama, aku hanya tersenyum, lalu dibukanya bingkisan itu, dilihatnya lukisanku, mama terdiam cukup lama. “Ma, ini Lale yang lukis, Lale melukis ini dari foto kita dulu, Lale cuma pengen Mama sama Papa tau, kalau Lale sungguh-sungguh pengen melukis, ini impian Lale. Menari bukan impian Lale !, Lale nggak mau Papa sama Mama benci seni lukis, bukannya seni lukis dan seni tari adalah kebudayaan yang harus sama-sama kita jaga, maka dari itu, Lale pengen Mama sama Papa dukung Lale melukis, Lale juga pengen Mama sama Papa selalu ada buat Lale, Lale kesepian di rumah.. Lale pengen kita liburan sama-sama.. Lale nggak mau sendiri.. Lale kangen Mama sama Papa..”, suaraku semakin terisak karena tangisku yang tak terbendung lagi. Mama dan Papa memelukku, mereka memelukku sangat erat. “Ma’afin Mama sama Papa yah Lale, kamu boleh kok tetap melukis”, jawab Mama haru.
****

Pada akhirnya aku mengerti bahwa belajar tentang kebudayaan kita itu sangat penting, kini aku mau belajar seni tari, ternyata sangat menyenangkan bisa belajar banyak tari, selain menambah wawasan aku juga bisa mengajarkan seni tari itu kepada anak cucuku kelak, tapi tentu saja aku akan tetap melukis dan terus melukis.


Thanks guys! semoga kalian suka cerita aku ;)

Love Story: Kado Terakhir

Hay Readers, udah lama banget gue gak posting blog karena kesibukan gue buat ujian kemarin dan akhirnya hari ini gue bisa come back!. Oiya, hari ini gue mau share love story buat kalian, masih belajar juga tapi semoga kalian suka ;)

Cinta bagi sebagian remaja pasti hal yang sangat indah, terutama bagi yang baru pertama kali jatuh cinta, tapi disamping keindahan cinta banyak hal berat yang harus dilalui untuk mempertahankannya. Saat lo pertama kali jatuh cinta, lo akan belajar mencintai, belajar tersakiti, dan belajar merelakan. Hal inilah yang dialami seorang remaja yang hari ini gue ceritakan, nama tokohnya gue samarkan untuk menjaga privacy masing-masing.

Oke guys, enjoy the story!
****

Kisah ini begitu membekas bagiku. Kusimpan rapi dalam hati dan kupatri bersama kenangan indahnya. Kisah ini berawal dari serba pertama, pertama kali duduk di bangku SMP, pertama kali belajar rumus aljabar, pertama kali memakai seragam putih-biru, dan pertama kali jatuh cinta…

Andre, laki-laki inilah yang mengenalkanku tentang arti jatuh cinta. Tubuhnya berpostur kecil sangat berbeda denganku yang berpostur tinggi, kulitnya sawo matang, sifatnya yang perhatian dan dengan parasnya yang lucu. Walaupun bertubuh kecil, Andre paling jago dalam memainkan bola basket di lapangan, dan itulah salah satu alasan yang membuat aku kagum padanya.

Awalnya kami tidak saling kenal, namun karena entah apa itu, dia menjadi sering mengejekku dan mengusiliku. Aku sempat jengkel dengan sikapnya kepadaku, namun lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan tingkah lakunya, dan tak disangka hal itulah yang memulai kedekatanku dengannya. Kami menjadi lebih sering bertegur sapa, walau hanya untuk saling mengejek, padahal awalnya aku sangat benci kepadanya karena sikapnya yang aneh dan sangat usil, tanpa kusadari perasaan benci itu berubah menjadi suka.

Suatu hari, salah satu temanku berteriak di depan Andre, “Ndree, ada salam dari Ella!” aku sangat malu, wajahku merah padam menahan malu dan marah, namun tak disangka ia menjawab “Oh iyaa, salam balik..” serentak teman-temanku berkata “Cieeee…”, dan dari situlah kisahku dengannya bermulai, walau dengan perbedaan diantara kami.

Perbedaan fisik yang ada tak mengurangi perasaanku padanya. Kadang aku lelah menanggapi pernyataan buruk tentangnya, “Kenapa sih kamu suka sama dia? dia kan kecil trus gak ganteng-ganteng amat lagi..” tapi aku hanya menanggapi “Gak tau deh, aku juga bingung..” hanya senyuman serta sedikit candaan yang mampu aku berikan saat menanggapi itu semua. Bagiku, cinta itu bukan masalah gengsi, tapi soal kesetiaan dan ketulusan hati, perbedaan fisik tak membuat perasaan kami berbeda pula.

13 Februari 2011. Mentari bersinar cerah menembus jendela bahkan hingga sampai di relung hati ini. Hari ini aku akan mengadakan tour ke beberapa tempat, salah satunya ke sebuah pantai indah berpasir putih, Pantai Kuta. Walau perjalanan yang panjang dan sempat ditemani awan mendung, tak menyurutkan semangatku karena tentu saja Andre ikut dalam tour ini, walau dia tidak berada dalam satu bis denganku.

Ini dia, pantai indah yang memanjakan mata pengunjungnya, dengan pesona alam yang membuat hati begitu damai. Aku dan teman-teman berhamburan keluar bis, tak sabar rasanya menginjakkan kakiku diatas pasir putih. Disana kami beristirahat, berfoto, bermain dan bersendau gurau bersama, sungguh tour yang tak terlupakan.

14 Februari 2011. Hari ini Andre memberikanku sebuah gelang, gelang berwarna hitam yang dihiasi batu berwarna hijau, gelang itu sengaja ia beli saat tour kemarin. Walaupun ini tak seberapa, namun sungguh berarti bagiku. Ya, hadiah valantine pertama dari orang yang aku kasihi.

11 April 2011. Today is my birthday! Sungguh aku merasakan langit tampak lebih cerah dari biasanya. Hari ini Andre menghampiriku, ia memberikanku bingkisan terbungkus kertas kado dan pita berwarna merah muda, warna favoritku. “Selamat ulang tahun yah..” ucapnya, “Iya, makasi yaa” jawabku. Saat aku menerima kado darinya, tanganku terasa gemetar, rasanya seperti ada bom yang siap meledak di dadaku, dan berubah menjadi luapan bunga-bunga indah yang bertebaran, tak dapat aku ungkapkan dalam kata-kata. Namun ternyata inilah akhir dari segalanya, kado ini adalah kado pertama dan terakhir darinya…

12 April 2011. Kisahku berakhir.. aku merasa tak cocok lagi, kedua orang tuaku tak menyukai hubungan ini. Semua harus terhenti, semua kenangan, segala perasaan. Tak ada lagi “Kita” kini hanya ada  “Aku”. Dalam bisu aku menangis, dan dalam pedih ini aku harus mengubur segala kenangan.

Walau kisah ini berakhir, namanya akan selalu terselip di setiap aliran doaku, aku tak akan terlarut dalam kesedihan ini, karena aku tahu, tuhan menciptakan segalanya dengan berpasangan, wanita dengan pria, pensil dengan penghapus, begitu pula pertemuan, selalu ada perpisahan yang mengikutinya, entah itu maut ataupun takdir.


Thanks guys. Tunggu love story gue selanjutnya ya ;)

Senin, 02 Juli 2012

Putus lagi putus lagi...

Yoyyoyy readers !
Gue balik lagi, bulan-bulan penuh cobaan gue telah lalui dengan tegar dan puji tuhan gue masih diberikan nyawa untuk tetap melihat indahnya dunia dan sekaligus melestarikan spesies manusia (read: gue) yang sejenis bidadari. HAHAA..



Gak kerasa nih udah bulan July, dan gue single lagi guys..
Lo inget kan gue pernah ceritain gebetan gue sebelumnya, seminggu yang lalu gue pacaran sama dia, tapi sekarang udah putus. gue tau, gue tau ini cepet banget ! tapi cewek manapun gak bakal tahan pacaran kaya gitu. gilaa. garing parah. lo tau kan di suatu hubungan yang disebut 'pacaran' ini pasti berpasangan, ada cewek ada cowok, dan gue mengibaratkan dia sebagai cewek, gimana gak, masa pas ceweknya lagi cemburu didiemin gitu aja trus dia yg nunggu ceweknya sampe sms duluan, kan kebalik -_-



Gue tau, masalahnya pasti karena faktor umur dia yang lebih kecil dari gue, dia 13 tahun sedangkan gue 14 tahun, dan jelas banget umur 13 tahun itu adalah masa dimana seseorang lagi labil-labilnya, yaa gue tau karena gue juga pernah ngerasain dulu.


Kali ini cara gue putus damai banget, gak ada tangis dan permusuhan, semua gue lakukan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya dan sangat demokratis (`´)ง untungnya dia setuju dan kita tetep temenan.


Gue mutusin dia karena sebuah kalimat bijak yang gue baca via twitter "Belajarlah melepaskannya jika bertahan hanya menimbulkan luka mendalam". gue terenyuh. gue terus renungin kalimat itu sampe tiba hari ini dan gue mutususin buat putusin dia. mungkin ini emang jalan terbaik yang harus gue ambil.


Dari putusnya gue sama dia, gue dapet 2 pelajaran dan mengambil hikmahnya..
pertama, berteman itu lebih baik daripada lo pacaran dan kedua, anak SMP belum cukup umur dan dewasa buat pacaran. akhirnya guys ! lama kelamaan gue setuju juga sama pelajaran yang kedua, setelah berulang kali mengalami kegagalan cintaa *eaa



Walaupun putus cinta, hidup harus tetep enjoy braayy ! keep calm and stay woless








Salam move on (`´)

Jumat, 01 Juni 2012

Fall in Love ..

Semua orang pasti pernah fall in love sama seseorang, gak terkecuali gue. Fall in love itu disaat semua serba susah dan penuh kegalauan. Gara-gara jatuh cinta gue jadi susah tidur bahkan makan pun gue susah.. (bo’ong banget)


Readers, akhir-akhir ini gue lagi menghadapi hari-hari yang krusial, dimana gue sedang galau karena cinta karena gebetan gue yang gak nembak-nembak. Ciri-ciri gebetan gue ini: tinggi banget, item manislah, anak basket, lucu, enak diajak ngobrol, supel. Walaupun dia adek kelas gue, dia nyambung ngobrolnya sama gue, gue jadi tambah nge-klop sama dia.. tapi.. dia gak respon gue serius, karena gue yang suka becandaan, dia
jadi ngeresponnya juga terkesan becanda..


Awal mula gue deket sama dia lewat jejaring sosial twitter, gue follow dia, trus gue mention minta follback, dia follback gue dan minta perkenalan, belakangan gue liat ternyata dia minta perkenalan juga sama cewek yang avanya kebanyakan cakep-cakep yang jelek kagak. nyet. trus gue kenalin diri gue, dia tau gue kakak kelasnya, kita mention-mentionan tiap hari, trus dia minta nomer hape gue, awalnya gue jaim gak ngasi tapi akhirnya gue kasi.. tapi dia jarang banget sms guee.. akhirnya kita cuma sering komunikasi lewat twitter doang, ampe akhirnya satu sekolah tau dikiranya gue udah pacaran sama dia. gue galau maksimal.


Setiap hari gue selalu di bully sama temen-temen gue dengan nama panggilan gebetan gue, sebenernya suka tapi gue ngeles kaya bajaj. Awalnya gue suka diem-diem sama gebetan gue, tapi karena timeline penuh dengan mention gue sama gebetan gue, itu membuat rumor menjadi makin kuat, dan setata surya pun tau perasaan gue gak bisa disembunyiin lagi.


Pernah ada yang komen ke gue kaya gini..


“Ya ampun muka kaya dajal gitu lo sukain, cari yang bagusan napaa!”


Hening.


Jleb banget.


Singkat tapi membekas di hati.


Gue sih terserah orang mau bilang apa, bagi gue cantik/gantengnya seseorang itu relative, kesukaan orang kan beda-beda, contohnya gue sama sohib gue prita, gue suka banget sosis sedangkan sohib gue prita benci banget sosis, atau adek gue yang suka barbie sedangkan tetangga gue phobia barbie, kasian. Walaupun kadang paras seseorang juga mempengaruhi, hati juga nggak kalah pentingnya..


Readers, gak berenti sampe temen-temen gue, temen-temen sekelas gebetan gue gue juga sering banget bully gue dengan cara serupa. Mana ada adek kelas bully kakak kelas kaya gini, bener-bener kancut, pengin rasanya gue tinju satu-satu tapi gue tau gue akan berakhir di ruang bimbingan konseling dengan siraman rohani berjam-jam dari 3 guru, dan tuntutan ganti rugi dari orang tua siswa yang anaknya babak belur. Itu merusak image gue.


Kata temen gue, kemungkinan gebetan gue ini punya perasaan yang sama ke gue tapi dia juga masih malu-malu, gue maklumi sih soalnya gue kan tuaan dari dia, tapi seperti kata bijak “Cinta itu buta, tak mengenal umur, agama, tinggi badan, ras, suku dan budaya” Sebenernya gue juga beda agama sama dia, gue islam, dia katolik.


Temen gue bilang..


“Woles aja yang penting hepi! Gak papa beda agama, gue juga pernah kok, jugaan lo nggak nikah kan..”


Ini contoh temen yang menyesatkan. Setan banget.


Tapi gue juga berpikiran sama sih, gue kan nggak sampe ke jenjang yang sakral, jadi gak papa dong guenaksir walaupun beda agama, jadi gue harus tetep hold on...


Menurut kalian gue harus gimana ?

Sabtu, 12 Mei 2012

Alay dan Penipisan Ozon ?

Hai Readers, setelah berminggu-minggu gak nge-bacot di blog gue, gue jadi kangen. Biasa gue selalu curhat tiap malem sabtu, entah mengapa selalu malam ini tempat dimana pemuda-pemudi dan remaja-remaja labil di seluruh nusantara di bumi pertiwi kita ini menggalau, termasuk gue~


Gue ngintip dari jendela, gue liat hujan.. alhamdulillah banget.. gue jadi gak perlu sakit hati ngeliat muda-mudi bergelanyang di jalan raya buat malem mingguan. Waktu berlalu, hujannya makin deres. gue sujud syukur. memang doa orang tertindas pasti didengar..


Seperti biasa, setiap malem sabtu gue di kamar terus kaya anak pingitan yg bentar lagi mau nikah. Kerjaan gue cuma pantengin timeline twitter atau gak gue pantengin timeline gebetan gue yg gak nembak-nembak, trus bales mention, kalo gak ada mention pasti gue nge-bacot kagak karuan di timeline..


Skype, tempet nongkrong gue berikutnya di malam sabtu, tapi malem ini gak ada yg ngajakin gue skype-an, dan itu boring banget. Kalo nongkrong di facebook gue udah mulai males, berhubung gebetan gue kagak nongkrong disana terus juga banyak anak alay gak jelas, gue jadi gak berminat lagi.


Readers, kalo ngomongin facebook, gue sering banget tuh ya ketemu yang bacotnya suka pake angkalah, hurufnya besar kecil kayanya capslocknya perlu di service deh -_- itu kan random banget.


Tapi seperti yang salah seorang temen gue pernah bilang "Alay adalah satu langkah menuju pendewasaan" jadi jika seseorang sudah mulai alay itu berarti ia akan mulai beranjak dewasa dan labil (∫˘˘)∫ seperti salah satu adek kelas gue yang mau melabrak kakak kelasnya sendiri, padahal kenyataannya dia yang salah dan dia yang kurang ajar. ini. labil. banget.


Gue merenung, mungkin ini semua akibat dari penipisan ozon yg terus menipis karena kekurangan pohon, membuat remaja-remaja kita mudah terkontaminasi pikirannya karena kekurangan oxygen. Ternyata pohon berperan sangat penting di kehidupan..


*1000 pohon untuk bumi*






Salam Marwan-Mawar



Sabtu, 07 April 2012

Curhat Satnite

Buat orang yang gue sayangi dan pernah mengisi hati gue.

Satnite ini, gue seperti orang yang hilang arah. di pikiran gue cuma ada lo dan lo. gue sadar, gue harus move on, tapi lo tau move on itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Gue pengin banget ngelupain lo kalo aja itu nggak sulit..



Gue sedih, gue kecewa sama diri gue sendiri, kenapa kenangan lo nggak pernah berhenti menghantui gue. gue pengin nangis.. gue pengin nangis.. gue sakit !! Lo gak tau setiap gue inget lo, gue nangis. gue nggak bisa nahan perasaan gue.


Disaat semua berakhir, gue juga hancur. walaupun gue yang akhiri semuanya. disaat itu gue gak tau harus ngapain. gue.. gue bingung. Seandainya lo tau, kalo gue juga sedih harus ngelakuin ini. Gue tau lo sakit, hancur, sedih, dan kecewa, tapi gue mohon maafin gue..


Gue rindu setengah mati sama lo, walaupun kita sekelas, gue merasa lo sangat jauh. bahkan lo nggak pernah negur gue sepatah katapun. bahkan setiap ngeliat mata lo, gue merasa makin sakit. Denger lo suka sama orang lain aja gue bener-bener hancur tapi semua itu gue tahan.


Gue tau, lo berusaha mati-matian ngelupain gue, sedangkan gue selalu inget sama lo, karena lo cinta pertama gue, walaupun lo bukan pasangan pertama gue.


1 harapan gue, tolong jangan bersikap dingin lagi ke gue. Tolong anggep gue sama kaya temen-temen yang lain. Tolong jangan benci gue, jangan pernah..


Well, Semoga lo mendapatkan perempuan yang menerima lo apa adanya dan mencintai lo sepenuh hati melebihi cinta gue ke lo  :')












Tertanda, maafku..

Minggu, 25 Maret 2012

Pengorbanan tanpa DANA !


Lo tau berapa banyak warisan budaya nenek moyang yang tersebar di Indonesia ? Lo tau ? nggak ? Gue juga enggak. Dari ketidaktahuan gue itu, gue pengin banyak tau tentang warisan budaya Indonesia. Gue pengin nunjukin gue peduli disaat semua orang gak peduli.

Readers, saat gue nonton salah satu siaran berita, hati gue berteriak, menjerit-jerit. Gue gak nyangka, ada beberapa warga yang ngejual patung peninggalan daerah mereka sendiri secara illegal ! ILLEGAL sodara-sodara !!. Ini kan gak bener, lo bayangkan, kebudayaan kita sendiri, peninggalan nenek moyang kita sendiri berpindah ke tangan bangsa lain. Sangat miris.

Para penduduk bilang bahwa semua itu gak di jaga, para penduduk ngambil karena materi dan bukan hanya warga tapi penjaga museum pun melakukan hal tersebut dan menggantinya dengan yang palsu. Penduduk sudah pernah melapor , bahwa menemukan beberapa sisa kejayaan majapahit, tapi nggak ada respon. Nah ini dia nih penyebabnya warga ngelakuin itu semua ! nggak ada respon dan nggak ada perhatian karena ? karena apalagi kalo enggak ada DANA.

Pemerintah harusnya cepat memberi respon apa harus dikasi shocking therapy  lagi  baru gerak ?Sepertinya pemerintah tidak pernah mempelajari ilmu sejarah, yaitu Pengorbanan untuk Bangsa, tanpa pamrih dan tanpa DANA.


Well, gue cuma nulis aspirasi gue aja. Kalo gue ada salah kata, gue minta maaf :)






Salam Cibi-cibi

Senin, 05 Maret 2012

Penggalauan (˘̩̩̩_˘̩)


Penggalauan.

Hal yang buat lo males ngelakuin apa-apa, gelisah, dan buat pikiran lo nggak menentu.
Semakin lo pikirin, semakin lo galau. Coklat pun gak bisa nyembuhin galau, gue udah pernah nyoba dan hasilnya zero. Gue tetep galau.

Galau itu gak perduli hari dan waktu, itu yang gue keselin dari sifat galau. Pas gue mau ulangan, gue ada masalah sama temen gue dan gue galau. Ngeliat temen gue hape baru. Gue galau. Ngeliat orang pacaran, gue galau. Uang bulanan gue abis, gue galau. Kucing temen gue ngilang, gue galau.

Setiap kali gue galau, gue selalu berusaha buat ngilangin kegalauan gue. Dan ini diantaranya…

1. Hal yang paling sering gue lakuin pas lagi galau, makan.
Buat gue galau itu menguras banyak tenaga gue, kalo gue makan sesuatu, gue bisa sedikit lupa sama galau gue.
2. Hal kedua yang gue lakuin, nge-shower.
sampoan sambil nangis dibawah guyuran air shower..
3. Hal ketiga yang gue lakuin, nulis.
Dengan nulis, lo bisa ngungkapin seluruh perasaan lo, dan ngurangi beban pikiran lo atau lo bisa curhat ke orang-orang terdekat lo.
4. Hal keempat yang gue lakuin, main.
 lo bisa main game atau  lo bisa ngelupain kegalauan lo.
5. Hal kelima yang gue lakuin, berdoa.
dengan cara ini lo pasti bakal lebih tenang. Berdoa dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa membuat lo dapat menghadapi setiap masalah dan kegalauan lo.

Guys, setiap penggalauan itu ada penyelesaiannya, satu-satunya cara yah lo harus selalu move on..  

Rabu, 29 Februari 2012

Surprice !

Surprice. 

Lo semua pasti gak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Surprice biasanya dilakuin setiap orang pas ada perayaan seperti birthday, anniversary atau perayaan lainnya. Gue bareng temen-temen gue sering saling ngasih surprice walaupun Cuma birthday party kecil-kecilan. Gue juga sering ngasih surprice ke nyokap gue pas hari Ibu.
Ngomong-ngomong soal surprice..

Gue masih heran sama tragedy suster ngesot yang pernah heboh di berita, iya jadi begini ada cewek yang pengin ngasi surprice ulang tahun ke temen cowoknya, dengan cara ngerjain dia. Dia pikir bakal kayak gini, pura-pura jadi suster ngesot  =  nagetin dia pas keluar dari lif   =   nakut-nakutin dia   =   dia lari ketakutan. Tapi yang terjadi, pura-pura jadi suster ngesot   =   nagetin dia pas keluar dari lif  =  nakut-nakutin dia  =  di gebuk satpam  =  babak belur  =  masuk rumah sakit.

Di hotel yang udah di tentuin si cewek itu siap dengan busana suster ngesotnya. Tepat jam 12 malam si cowok itu dateng bareng temennya, mereka naik lif bareng seorang satpam yang bertugas, lif bergerak naik dengan suasana yang masih tenang dan sampai pintu lif terbuka, seorang cewek dengan rambutnya yang panjang terurai dan gaun putih berenda ia berkata “Pangerankuu..” lalu si cowok berkata “Puteriii aku sudah punya pulsaaa..”.

Lanjut. Si cewek lalu mulai merangkak mendekati mereka, spontan mereka ketakutan, dan tanpa basa basi si satpam menyerang cewek ini dan nendangin si cewek, Si satpam gak tau kalo sebenernya dia bukan setan, melainkan seorang cewek.
Perhatian:  Anak baik, jangan ditiru di rumah yah !

Dan akhirnya si cewek itu pingsan karena tendangan satpam itu yang begitu dahsyat, dan dia tersadar di Rumah Sakit.

Nah, kalo lo semua pengin nyoba buat ngasi surprice ke temen, atau orang yg lo sayangi, coba di pikir-pikir dulu deh resikonya, jangan sampe lo bernasib sama kayak cewek ini.


Salam Super.

Sabtu, 11 Februari 2012

Valentine's Day

Kenapa sih kita harus mengenal Februari yang jatuh tanggal 14 itu sebagai hari kasih sayang? Kenapa enggak setiap hari aja kasih sayangitu ditunjukkan ke orang-orang yang dicintai? Toh, perhatian yang tulus cukup menunjukin kalo rasa sayang itu ada. Trus, apa harus kartu ucapan jadi simbol buat memeriahkan hari itu? Sementara cokelat dan bunga malah populer sebagai kado di hari kasih sayang.

Kenapa, kenapa dan kenapa? Pertanyaan inilah yang selalu munculdi tanggal 14 februari saat semua berubah menjadi merah muda. Banyak versi yang nyeritain asal muasal valentine's day, tapi satu hal yang tegas, seseorang yang bernama Valentine itu bukan isapan jempol. Karena nama ini dulu memeng populer banget.

Menurut cerita yang berkembang, sosok pendeta muda bernama Saint Valentine adalah cikal bakal adanya perayaan hari kasih sayang yang akhirnya jadi perayaan yang diamini banyak orang. Kalo mundur ke belakang, di tahu Masehi, tepatnya 269 masehi, bakalan tau deh, siapa itu Saint Valentine.

Begini asal-usulnya, jadi di kerajaan Romawi dulu, ada satu adat yang mengharuskan pengikutnya menghormati hari Juno (rakyat Romawi menyebutnya Dewi Pernikahan). Penghormatan terhadap ratu para Dewa Dewi Romawi ini dilakukan pada tanggal 14 Februari. Sementara sehari kemudian selalu ada perayaan Feast of Lupercalia (tradisi memuja para dewa). Tradisi ini memperbolehkan cowok memilih cewek pujaannya buat dijadikan pasangan sehari. Nggak sedikit pasangan ini akhirnya jatuh hati, berpacaran dan akhirnya menikah.

Pada saat itu kerajaan Romawi di bawah perintah Kaisar Claudius II yang terkenal kejam, lagi terlibat perang. Dalam kondisi begini, Kaisar susah merekrut pasukan baru buat memperkuat armada perangnya. Anggapan banyak cowok takut perang waktu itu, karena berat ninggalin keluarga atau kekasihnya dan ini yang bikin dia marah banget, sampe semua acara pertunangan dan pernikahan di Romawi dibatalin.

Orang yang paling menentang perintah ini adalah pendeta Saint Valentine. Bareng sahabatnya, Saint Marinus, sang pendeta tetap ngelakuin tugasnya, yakni menikahkan sepasang muda-mudi yang lagi jatuh cinta secara sembunyi-sembunyi. Sayang, aksi ini akhirnya diketahui oleh Kaisar. Pengawal pun menyeretnya ke penjara dan vonis mati pun dijatuhkan.

Selama di penjara, banyak rakyat Romawi yang simpati. Imbasnya, banyak banget yang ngasih motivasi, berupa lemparan bunga dan pesan-pesan yang berisi dukungan. Salah satu simpatisan itu adalah seorang putri penjaga penjara nih. Akhirnya, sang putri diijinkan bisa bertemu pendeta. Bahkan ketemunya ini, cukup sering dan lama. Sampe akhirnya, semangat hidup pendeta muncul lagi. Sayangnya, hari vonis pendeta udah deket dan tepat pada tanggal 14 Februari vonis itu dilakukan. Cuma sebelum dihukum mati atas perbuatannya, sang pendeta muda baik hati ini menuliskan sebuah pesan untuk sang putri tersebut. Di akhir pesannya, pendeta menuliskan ' Dengan Cinta dari Valentinemu ' .

Pesan itulah yang akhirnya membuat tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. Karena dengan pengorbanan seorang pejuang cinta tadi. Sementara sang kaisar dikenang sebagai musuhnya cinta. Selain itu tanggal tersebut berdekatan dengan festival Lupercalia. Sekaligus penghormatan buat pendeta Saint Valentine. Juga diperingati sebagai hari bertukar surat cinta. Itu sebabnya kenapa tukar menukar kartu si hari kasih sayang  jadi populer banget pada jamannya. mungkin hingga sekarang kali yah. Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirim kartu valentine. Sementara sejak tahun 1800, hari kasih sayang jadi semacam perayaan yang besar. Termasuk di Indonesia sendiri loh. Mungkin akan ada hadiah spesial buat sepasang kekasih yang sedang dikelilingi cinta. Bukan hanya muda mudi, tapi juga bisa anak ke orang tua. Atau anak kecil ke teman-teman sekolahnya.

Kamis, 09 Februari 2012

Pakailah Helm Anda !

January, 2011

Awalnya gue berpikir bahwa tahun ini nih gue bakal dapet keburuntungan yang gak bakal abis 7 turunan, tapi itu awalnya.. sebelum tragedi ketiban batang pohon yang bikin gue hampir amnesia dan bikin gue shock banget -_- *apaan tuh ?* jadi begini ceritanya.. *buka buku dongeng*

Hari itu anginnya gede banget, kata bokap gue kalo mao imlek biasanya angin bakal gede, membuat pohon bergoyang-goyang, genteng berterbangan, dan semakin banyak jemuran tetangga yang nyasar di halaman rumah gue. Oke lanjut !

Hal yang paling bikin gue parno adalah pohon, gue sering merhatiin pohon di depan sekolah gue, bukan, bukan karna gue naksir tu pohon tapi karena gue khawatir tu pohon jatoh ! coba lo bayangin, gimana caranya tu pohon masuk mobil ambulance !

Lupakan tentang ambulance, kembali ke sekolah gue, jadi begini pas itu gue lagi nongkrong nunggu jemputan di sekolah gue dan seperti biasalah yaa anak mudaaa pasti bareng temen-temennya, dengan angin yang makin kenceng gue masih nekat aja diem dibawah pohon yaa maklumlah anak mudaaa yaa pasti nekat. Tapi, ni angin makin lama makin kenceng, mata gue makin kelilipan, dalam keadaan genting itu hanya satu yang gue pikirin, bulu mata anti badai tante syahrini ! gue pengin pinjem !

Dengan situasi seperti itu gue masih santainya duduk disana, dan akhirnya "BUKKK !!!" tiba-tiba gue pengin pingsan, mata gue muter-muter, otak gue muter-muter, gue dimanaa ?!! beliin gue es puter !!. Dan akhirnya gue sadar kalo sebenernya gue abis ketiban batang pohon, dan miraclenya lagi, batang pohonnya kebelah jadi 2 ! dari situ gue sadar kalo gue punya bakat debus.

Dengan keadaan yang masih sempoyongan, gue jalan ke lobi sekolah gue dan nunggu disana, omongan nyokap gue emang mujarab, sebelumnya nyokap gue emang pernah nasehatin gue, jangan suka diem di bawah pohon, entar kejatuhan. ehhh tau-tau bener gue ketimpa. felling seorang ibu emang sensitif banget.

Well, setelah kejadian itu gue selalu hati-hati dan selalu inget pesan nyokap gue, dan 1 pesan gue "Pakailah helm anda saat berada di bawah pohon" .





Astrid Bella Belinda

Kamis, 03 November 2011

I Want Go BRITNEY SPEARS♥




Yeah I Want Go.. 


Britney has a voice that is very intriguing and certainly she is a beautiful woman `ʃƪ)
# Of Course ƪ(ε)ʃ
 Although video clip of this song is a little vulgar but I love this song !! yeah (`´)




BRITNEY SPEARS !! ˘)ε˘`)

Sabtu, 29 Oktober 2011

DOREMI


Like this song ! ( ʃƪ)  
gue ngefans banget ama ni lagu + penyanyinya *hahahaaa* secara gitu yah kak Budi kan lumayanlah ˇ)-c<˛”)  *lol* gue jadi gak sabar nunggu single nya yang ke-2 *kyaaaaa* tapi masalahnya tu single lama banget keluarnya ! NOVEMBER 2012 <( ^)---o)` .̮´)ː̖
 ƪ('' )ʃ tapi gak apa lah.. sebagai fans yang setia gue bakal nunggu walau harus penantian panjang (ʃ⌣ƪ

 

Np # Nikita Willy - penantian panjang.


Senin, 10 Oktober 2011

Senggigi Beach

Senggigi Beach (`▽´)ง

Nah ini diya nih pantai primadona gue !`ʃƪ
bisa dibilang gue falling in love sama ni pantai, dulunyanya pantai senggigi gak sebagus ini tapi setelah lama enggak kemari, gue maen-maen ke pantai senggigi lagi bareng keluarga gue, and then.. nyampe-nyampe disono gue kayak dapet surprice gitu ama ni pantai. Behh takjub gue ! pantai ni jadi mendadak cakep ! kayak di iklan Pond's, senggigi "wajahmu mengalihkan duniaku ƪ(ε)ʃ"

Okee, lanjut lagi.
gue emang salut deh sama pulau kelahiran gue ini "lombok island" lombok emang punya pantai yang luar biasa indah !ini baru senggigi loh ! sebenernya masi banyak pantai-pantai di lombok yang gak kalah AMAZING tapi berhubung pantai senggigi ini yang lebih deket jaraknya ama rumah gue, jadi cuma senggigi yang bisa gue publish di blog gue ini ƪˇ)ʃ but, tunggu aje gue pasti bakal publish pantai laen yang ada di "pulau  1000 masjid" ini.. # I promise guys (`´)

Ini dia beberapa koleksi hasil foto gue ! silahkan dilihat-lihat ƪ('' )ʃ  

 dibuatin jembatan penyebrangan~(˘˘~)

 

iseng-iseng gue foto *hehee 


kenapa gue gak fotoan disini ? nyesel gue-_-


 boat orang gue foto :D


 sisi lain Senggigi ( ʃƪ




lapangannya punya hotel, kebetulan deket banget sama pantainya ^^


Okeh guys !
sampai sini tulisan gue tentang Senggigi. Semoga kalian suka ;)








Wassallam ƪ(◦'⌣'◦ )ʃ